Wednesday, January 16, 2013

Striktur Urethra


TINJAUN PUSTAKA

Anatomi1
Urethra merupakan tabung yang menyalurkan urin ke luar dari buli-buli melalui proses miksi. Secara anatomis urethra dibagi menjadi 2 bagian yaitu urethra posterior dan urethra anterior. Pada pria organ ini berfungsi juga dalam menyalurkan sperma. Urethra diperlengkapi dengan sfingter urethra interna yang terletak diperbatasan buli-buli dan urethra, serta sfingter urethra eksterna yang terletak pada perbatasan urethra anterior dan posterior. Sfingter urethra interna terdiri dari otot polos yan depersarafi oleh system simpatis sehingg pada saat buli-buli penuh sfingter ini terbuka. Sfingter urethra eksterna terdiri atas otot lurik yang dipersarafi oleh system somatic yang dapat diperintah sesuai dengn keinginan. Pada saat kencing sfngter ini terbuka dan tetap tertutup pada saat menahan kencing.
Panjang urethra wanita kurang lebih 3-5 cm, sedangkan urethra pria dewasa kurag lebih 23-25 cm. perbedaan ini panjang ini yang menyebabkan keluhan hambatan pengeluaran urin lebih sering pada pria
Urethra posterior pada pria terdiri atas urethra pars prostatika yaitu bagian urethra yang dilingkupi oleh kelenjar prostat, dan urethra pars membranasea. Di bagian posterior lumer urethra prostatika, terdapat suatu tonjolan verumontanum, dan di sebelah proksimal dan distal dari verumontanum ini terdapat Krista uretralis. Bagian akhir dari vas deferens yaitu kedua duktus ejakulatorius terdapat di pinggir kiri dan kanan verumontanum, sedangkan sekresi kelenjar prostat bermuara di dalam duktus prostatikus yang tersebar di urethra prostatika.
Urethra anterior adalah bagian urethra yang di bungkus oleh korpus spongiosum penis. Urethra anterior terdiri atas (1) pars bulbosa, (2) pars pendularis, (3) fossa navikularis, dan (4) meatus urethra eksternus. Di dalam lumen urthra anterior terdapat beberapa muara kelenjar yang berfungsi dalam proses reproduksi, yaitu kelenjar cowperi berada di dalam diafragma urogenitalis dan bermuara di urethra pars bulbosa, serta kelenjar littre yaitu kelenjar parauretralis yang bermuara di urethra pars pendularis.
Panjang urethra wanita kuran lebih 4 cm dengan diameter 8mm. berada di bawah simfisis pubis dan bermuara di sebelah anterior vagina. Di dalam urethra bermuara kelenjar paraurethra, diantaranya kelenjar skene. Kurang lebih 1/3 medial urethra terdapat sfingter urethra eksterna yang tediri dari otot lurik. Tonus otot sfingter urethra eksterna dan tonus otot levator ani berfungsi mempertahankan agar urin tetap berada di dalam buli-buli pada saat perasaan ingin miksi. Miksi terjadi jika tekanan intravesika melebihi tekanan intraurethra akibat kontraksi otot detrusor, dan relaksasi sfingter urethra eksterna.
 

Definisi
Striktur urethra adalah berkurangnya diameter dan atau elastisitas urethra yang di sebabkan oleh jaringan urethra diganti jaringan ikat yang kemudian mengkerut menyebab lumen urethra mengecil.1,2
Etiologi1,2,3,4,
  1. Striktur urethra bisa terjadi secara congenital misalnya congenital meatus stenosis, tetapi jarang terjadi.
  2. Trauma, misalnya trauma tumpul pada selangkangan (straddle injury), fraktur tulang felvis, dan instrumentasi atau tindakan tranurethra yang kurang hati-hati
  3. Infeksi oleh kuman gonokokus
  4. Lichen Sclerosis et atrophicus (Balanitis Xerotica Obliterans)
  5. Kanker urethra

Patofisiologi1,2
Trabekulasi, sakulasi, dan divertikel
Pada striktur urethra kandung kencing harus berkontraksi lebih kuat. Maka otot kalau diberi beban akan berkontraksi lebih kuat sampai pada saat kemudian akan melemah jadi pada striktur urethra otot buli-buli mula-mula akan menebal terjadi trabekulasi pada fase kompensasi, setelah itu pada fase dekompensasi timbul sakulasi dan divertikel. Peerbedaan antara sakulasi dan divertikel adalah penonjolan mukosa buli pada  sakulasi masih di dalam otot buli. Sedangkan, divertikel menonjol ke luar buli-buli, jadi divertikel buli-buli adalah tonjolan mukosa keluar buli-buli tanpa dinding otot
Residu Urin
Pada fase kompensasi dimana otot buli-buli berkontraksi makin kuat tidak timbul residu. Pada fase dekompensasi maka akan timbul residu. Residu adalah keadaan dimana setelah kencing masih ada urin dalam kandung kencing, dalam keadaan normal residu tidak ada
Refluks vesiko ureteral
Dalam keadaan normal pada waktu buang air kecil urin dikeluarkan buli-buli melalui urethra. Pada striktur urethra dimana terdapat tekanan intravesika yang meninggi maka akan terjadi refluks, yaitu keadaan di mana urine dari buli-buli akan masuk kembali ke ureter bahkan sampai ginjal.
Infeksi saluran kemih dan gagal ginjal
Dalam keadaan normal, buli-buli dalam keadaan steril. Salah satu cara tubuh mempertahankan buli-buli dalam keadaan steril adalah dengan jalan setiap saat mengosongkan buli-buli waktu air kecil. Dalam keadaan dekompensasi maka akan timbul residu, akibatnya maka buli-buli mudah terkena infeksi.
Infiltrat urin, abses dan fistula
Adanya sumbatan pada urethra, tekanan intravesika yang meninggi maka bisa timbul inhibisi urin keluar buli-buli atau urethra proksimal dari striktur. Urin yang terinfeksi keluar dari buli-buli atau urethra menyebabakan timbulnya infiltrate urin, kemudian timbul abses, abses pecah timbel fistel di supra pubis atau urethra proksiml dari striker.
Derajat Penyempitan Urethra2
Sesuai dengan derajat penyempitan lumennya, striktur urethra dibagi menjadi 3 tingkatan, yaitu:
    1. Ringan: jika oklusi yang terjadi kurang dari 1/3 diameter lumen urethra
    2. Sedang: jika terdapat oklusi 1/3 sampai dengan ½ diameter lume urethra
    3. Berat: jika terdapat oklusi lebih besar dari ½ diametet lumen urethra

Gejala Klinis
Gejala klinis yang sering ditimbulkan oleh striktur antara lain disuria,kesuliran berkemih, pancaran kemih yang menurun, pancaran bercabang, frekuensi kemih yangabnormal, rasa tidak nyaman, kadang bercak darah di celana dalam, nyeri pelvis atau bagian bawah perut, pengosongan kantung kemih yang tidak puas. Pada pemeriksaan fisik mungkin teraba fibrosis d urethra, infiltrate, abses atau fistula

Pemeriksaan Penunjang
  1. Laboratorium
-          Urin dan urin kultur untuk melihat adanya infeksi
-          Ureum dan kreatinin untuk melihat faal ginjal
  1. Radiologi
-          Diagnose pasti dapat di buat dengan uretrografi
-          Retrograde uretrografi untuk melihat urethra anterior
-          Antegrade urethrografi untuk melihat urethra posterior
-          Bipolar urethrografi adalah kombinasi dari pemeriksaan antegrade dan retrograde urethrografi
-          Dengan pemeriksaan ini di harapkan disamping dapat dibuat diagnose striktur urethra juga dapat ditentukan panjang striktur, ini penting untuk perencanaan terapi/operasi
  1. Uretroskopi
Pemeriksaan dengan endoskopi untuk melihat secara langsung adanya striktur
  1. Uroflometri
Uroflometri adalah pemeriksaan untuk menentukan jumlah urin yang dipancarkan per detik, normal flow maksimal laki-laki adalah 15 ml/detik dan wanita 25 ml/detik

Penatalaksanaan
Pengobatan terhadap striktur uretra tergantung pada lokasi striktur, panjang/pendeknya striktur, dan kedaruratannya. Striktur uretra dapat diobati dengan melakukan dilatasi uretra secara periodik. Dilatasi dilakukan dengan halus& hati-hati setiap 2-3 bulan. Namun teknik seperti ini cenderung menimbulkan striktur uretra kembali. Komplikasi striktur uretra yang ringan sangat rendah, sehingga pilihan terapi yang dapat diberikan ialah dengan dilatasi uretra atau uretrotomi interna yang dilihat langsung. Pada psien tertentu dengan striktura pendek, maka uretrotomi interna yang dilakukan dengan peralatan pemotong kecil, telah memberikan hasil yang memuaskan. Bila diperlukan dilatasi secara sering, bila ada striktura panjang atau majemuk, bila dilatasi terlalu sulit atau bila striktura terdapat pada anak, maka intervensi bedah terbuka dapat menjadi indikasi. Beberapa pilihan terapi yang dapat dilakukan antara lain
1.      Dilatasi, balon kateter atau dialtor (plastik atau metal) dimasukkan kedalam uretra untuk membuka daerah yang menyempit
2.      Obturation, benda yang kecil, elastis, pipa plastik dimasukkan dandiposisikan pada daerah striktur.
3.      Uretrotomi (Endoscopic internal urethrotomy or incision), teknik bedahdengan derajat invasif yang minim, dimana dilakukan tindakan insisi pada jaringan radang untuk membuka striktur. Tindakan ini dikerjakan dengan menggunakan kamera fiberoptik dibawah pengaruh anastesi.
4.      Uretroplasti atau rekonstruksi uretra terbuka, ada dua jenis uretroplasti yaitu uretroplasti anastomosis (daerah yang menyempit dibedah lalu uretra diperbaiki dengan mencangkok jaringan atau flap dari jaringan disekitarnya) & uretroplasti subsitusi (mencangkok jaringan striktur yang dibedah dengan jaringan mukosa bibir/ Buccal Mucosa Graft, jaringan kelamin, atau jaringan preputium/Vascularized preputial or genital skin flaps).
5.      Prosedur rekonstruksi multipel (perineal urethrostomy), tindakan bedah dengan membuat saluran uretra di perineum (ruang antara anus dan skrotum).



















DAFTAR PUSTAKA

1.      Djamaloedin, Prof. Dr. H. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. Binarupa Aksara
2.      Purnomo, Basuki B. Dasar dasar Urologi Edisi Kedua.  Sagung Seto
3.      Urethral stricture di unduh: http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/001271.htm
4.      Urethral stricture di unduh: urology.ucla.edu/body.cfm?id=478&ref=8&action=detailurology.ucla.edu/body.cfm?id=478&ref=8&action=detail
5.      Urethral stricture di unduh: http://www.urethralsurgery.com/urethral_stricture.asp

No comments: